Dosen UNMUL Menyusun Kebijakan Efektif untuk Pengelolaan Lahan Pasca Tambang di Kalimantan Timur

Dosen UNMUL Menyusun Kebijakan Efektif untuk Pengelolaan Lahan Pasca Tambang di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur dikenal di dunia sebagai salah satu wilayah dengan cadangan batubara terbesar dan terkemuka. Namun, setelah eksploitasi batubara yang menghasilkan keuntungan besar bagi perekonomian, lahan-lahan bekas tambang tidak boleh dibiarkan terbengkalai atau menimbulkan kerusakan lingkungan. Lahan-lahan ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali dengan cara yang berkelanjutan, seperti pengembangan ekowisata, pertanian, atau pemulihan ekosistem. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ir. Andi Luthfi.,ST.,M.Si.,IPM selaku narasumber  Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat, mahasiswa, dan akademisi. FGD ini dilakukan pada tiga tempat yaitu di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur tanggal 10 Juli sampai 10 Agustus 2024. Pemanfaatan lahan pasca tambang secara bijak dapat memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar daripada keuntungan ekonomi dari penambangan itu sendiri. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan pasca tambang dapat mengubah kawasan yang sebelumnya dieksploitasi menjadi area produktif yang mendukung pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini memastikan bahwa manfaat dari sektor tambang tidak hanya terasa dalam jangka pendek, tetapi juga menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Beberapa negara di dunia telah berhasil mengubah lahan pasca tambang menjadi area wisata yang menarik, memberikan manfaat ekonomi sekaligus memulihkan lingkungan yang rusak. Sebagai contoh, di Jerman, kawasan tambang batu bara di wilayah Ruhr telah direklamasi menjadi taman-taman besar, dan bekas tambang Zeche Zollverein kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO serta pusat budaya dan wisata. Di Inggris, Eden Project di Cornwall, yang dulunya bekas tambang kaolin, kini menjadi salah satu destinasi ekowisata terkenal, menampilkan biodome besar yang mengedukasi pengunjung tentang keanekaragaman hayati. Australia juga telah mengubah lahan bekas tambang emas di Sovereign Hill menjadi museum hidup yang menggambarkan sejarah penambangan dan menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Langkah-langkah inovatif ini membuktikan bahwa lahan pasca tambang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga berkontribusi pada pemulihan lingkungan.

Salah satu solusi dan terobosan dilakukan oleh Dosen dan Tim Peneliti dari Universitas Mulawarman Kalimantan Timur dan Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) Bali. Tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Suryaningsi, M.H. beranggotakan Dr. Dermawan Waruwu, M.Si, Dr. Rosmini.,S.H.,M.H., Dr. Musdalifah Aziz.,MM.,M.Si.  Tim peneliti dan dosen yang sudah meraih berbagai hibah nasional dan sering diundang sebagai narasumber berusaha menyusun kebijakan lahan pasca tambang sebagai ecotorism investmen guna meningkatkan ekonomi Masyarakat local dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Penyusunan kebijakan yang tepat terkait pemanfaatan potensi lahan pasca tambang sangat penting dilakukan untuk memastikan lahan tersebut dapat dikelola dengan produktif dan berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah degradasi lahan, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan kembali lahan bekas tambang dengan cara yang menguntungkan, baik secara ekonomi maupun lingkungan. Pemulihan ekosistem menjadi prioritas utama agar keseimbangan alam dapat dipulihkan, sementara pemberdayaan masyarakat lokal perlu dijadikan bagian integral dari kebijakan ini. Dengan demikian, pemanfaatan lahan pasca tambang dapat menjadi fondasi bagi visi pembangunan jangka panjang yang lebih inklusif, di mana pertumbuhan ekonomi sejalan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat.

Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya menyusun kebijakan ekonomi dan pariwisata berbasis lingkungan dari  lahan bekas tambang. Sebagai ajang inisiasi kampanye nasional dan internasional guna mempromosikan Kalimantan Timur sebagai destinasi ekowisata unggulan dengan potensi unik di lahan pasca tambang. Memformulasikan kebijakan yang mendorong investasi di sektor ekowisata dengan insentif pajak bagi pengusaha yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan pasca tambang.  Mengadakan evaluasi lingkungan secara rutin untuk memastikan bahwa pengembangan ekowisata di lahan pasca tambang tidak merusak keanekaragaman hayati atau merusak habitat yang ada. Menerapkan regulasi yang ketat terkait pengelolaan limbah, polusi air, dan pencemaran udara di kawasan pasca tambang yang akan dikembangkan sebagai ekowisata.

Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur dan dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali memberikan dukungan nyata dalam pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi destinasi wisata sebab berpeluang memberi keberpihakan kepada masyarakat lokal, melalui kegiatan penelitian yang berjudul “Model Kebijakan lahan pasca tambang sebagai ekotorism investmen guna meningkatkan perekonomian Masyarakat dan kelestarian lingkungan”. Penelitian ini merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Menurut Dr. Suryaningsi.,S.Pd.,M.H. Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bahwa penelitian ini bertujuan mengembangkan kebijakan yang efektif dalam mengubah lahan pasca tambang menjadi kawasan ekowisata yang berkelanjutan, yang dapat diterapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan.  Mengevaluasi potensi lahan pasca tambang sebagai destinasi ekowisata yang menarik bagi investor, baik domestik maupun internasional, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Mengidentifikasi dampak ekowisata terhadap perekonomian masyarakat lokal, termasuk penciptaan lapangan kerja, peluang usaha, dan peningkatan pendapatan. Menilai aspek kelestarian lingkungan dalam pemanfaatan lahan pasca tambang dalam model kebijakan ekowisata pasca tambang, serta dampaknya terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem setempat. Tujuan akhir penelitian ini adalah menyusun rekomendasi kebijakan berbasis pembangunan berkelanjutan dalam konteks pengelolaan lahan pasca tambang.

Pengembangan konsep green city tourism menjadi unik dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional ketika berkunjung ke Kalimantan Timur, tegas Dr. Dermawan Waruwu.,M.Si. yang merupakan dosen selaku pakar pariwisata dan Dosen Universitas Dhyana Pura Bali.

Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi dengan baik. Kebijakan dalam pembangunan pada lahan bekas tambang harus berpihak kepada kepentingan masyarakat lokal, ungkap Dr. Rosmini.,S.H.,M.H. dosen di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Kalimantan Timur.

Menurut Dr. Musdalifah Azis.,MM.,M.Si., yang memiliki kepakaran di bidang Investasi bahwa masyarakat lokal juga mengharapkan agar diberikan pelatihan dan pendampingan dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal secara berkelanjutan transparan, sehingga bisa mampu bersaing dengan masyarakat pendatang, khususnya di bidang ekonomi atau UMKM.

Atraksi wisata, tari-tarian, budaya, kuliner, souvenir dan berbagai potensi lainnya yang berciri khas Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Dayak belum terfasilitasi oleh karena itu dengan Pembangunan destinasi wisata hijau dapat diberdayakan.

Apabila masyarakat lokal tidak diberdayakan secara maksimal maka kemungkinan akan terjadi konflik sosial, baik secara horizontal maupun vertikal. Tegas Dr. Suryaningsi yang telah berhasil menulis puluhan buku dan artikel internasional serta sebagai Kepala Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) Lembaga Penelitian dan pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman sampai saat ini.

Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

Apakah ini situs baru Anda? Masuk untuk mengaktifkan fitur admin dan mengabaikan pesan ini
Login