Lintas Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keguruan: Dosen UNMUL Kembangkan Model Edukasi Gizi Berbasis “Peer Educator” untuk Penanganan Gizi Lebih pada Remaja di SMP Negeri 2 Samarinda, Kalimantan Timur

Foto Observasi Pengabdian kepada Siswa Siswi SMP Negeri 2 Samarinda

Lintas Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keguruan: Dosen UNMUL Kembangkan Model Edukasi Gizi Berbasis “Peer Educator” untuk Penanganan Gizi Lebih pada Remaja di SMP Negeri 2 Samarinda, Kalimantan Timur

Remaja usia sekolah menengah cenderung lebih mudah menerima informasi dari teman sebayanya. “Peer Educator” atau pendidik sebaya dapat menjadi panutan yang efektif dalam menyampaikan pesan terkait Gizi Seimbang karena mereka dapat berbicara dalam bahasa yang sama dan lebih mudah dipahami. Sekolah menengah merupakan masa kritis dalam perkembangan fisik dan mental remaja. Pada usia ini, kebiasaan makan yang buruk dapat menyebabkan kelebihan gizi, yang dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya di kemudian hari. Edukasi gizi sejak dini penting untuk mencegah masalah gizi pada remaja

Foto Edukasi Gizi melalui Peer Educator di SMP Negeri 2 Samarinda, Kalimantan Timur

Penyusunan Pengembangan Model Edukasi Gizi Berbasis “Peer Education” untuk Penanganan Gizi Lebih pada Remaja, diharapkan mendapatkan dukungan dari pemerintah khususnya dinas Pendidikan, dinas Kesehatan, stakeholder, masyarakat, sekolah dan Akademisi. Sebagai salah satu terobosan dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari Unmul yang diketuai Oleh Dr. Iriyani K., S.KM.,M.Gizi dan anggota Ratih Wirapuspita Wisnuwardani.,S.K.,M.PH.,Ph.D; dan Dr. Suryaningsi.,S.Pd.,M.H.,C.Ed.

Hal tersebut disampaikan kepada media oleh Dr. Iriyani K., S.KM.,M.Gizi seusai timnya melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Samarinda, Bapak Drs. Misradianto.,M.Pd. dan Bapak Sofyan Nur.,S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah, serta 50 orang siswa yang terpilih setelah menjalani observasi pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang).

Foto FGD “Peer Educator” di SMP Negeri 2 Samarinda

Dr. Iriyani.K.,S.KM, M.Gizi melanjutkan dengan melibatkan pula beberapa mahasiswa Universitas Mulawarman dalam rangka memenuhi kewajiban melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejak bulan Juli sampai dengan September 2024 di SMP Negeri 2 Samarinda, Kalimantan Timur.

Menurut Dr. Iriyani.K.,S.KM, M.Gizi selaku Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman menyatakan bahwa melalui pendekatan “Peer Educator”, remaja dapat lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran tentang gizi seimbang dan implementasi isi piringku dalam sekali makan. Dengan partisipasi yang lebih besar, mereka tidak hanya menerima informasi tetapi juga menjadi “agen of change” di lingkungannya. Gizi yang berlebihan pada remaja dapat dapat memicu masalah kesehatan seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung dan lain-lain di kemudian hari. Edukasi gizi melalui peer educator dapat membantu mencegah timbulnya penyakit tersebut dengan membentuk pola dan kebiasaan makan yang sehat. Pada saat FGD, disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 2 Samarinda secara keseluruhan telah mengetahui tetapi belum menyadari akibatnya sehingga implementasi belum dilakukan.

Aspek lain yang perlu diketahui adalah Samarinda, Kalimantan Timur, memiliki karakteristik budaya dan sosial tersendiri. Oleh karena itu, melalui model edukasi berbasis “Peer Educator”, dimungkinkan adanya pendekatan yang lebih sesuai dengan konteks lokal, sehingga pesan gizi seimbang lebih mudah diterima oleh remaja di daerah tersebut. Dengan memberikan pengetahuan gizi yang tepat kepada remaja, program “Peer Educator” dapat menciptakan efek domino yang positif dimana pengetahuan tersebut disebarkan kepada remaja dan warga sekolah, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Model ini tidak hanya membantu mengatasi masalah gizi lebih, tetapi juga membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola dan kebiasaan makan yang baik.

Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

Apakah ini situs baru Anda? Masuk untuk mengaktifkan fitur admin dan mengabaikan pesan ini
Login