
Pemuda Muhammadiyah dan BPO KOKAM Jawa Tengah Sowan ke Kyai Tafsir
SEMARANG – Perkembangan media sosial yang bergulir dan semakin menambah panas perdebatan di dunia maya, terutama yang berkaitan dengan komentar negatif terhadap tokoh Muhammadiyah, membuat Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah dan Badan Pelaksana Operasi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah ( BPO KOKAM ) Jawa Tengah menemui Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Kyai Tafsir di Gedung PWM Jateng, Sabtu ( 11/5/2024 ).
Hadir Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Abdul Ghofar Ismail, Wakil Ketua PWPM Jateng dr. Dipa Nugraha, Komandan KOKAM Jawa Tengah Manshur Nurdin, Sekjen KOKAM Jawa Tengah Sigit Suroto serta Perwakilan BPO KOKAM Jawa Tengah Kepala Unit Perhubungan Komunikasi Transaportasi (PKT), Bulan Sabit Merah (BSM) , Investigasi arbitase (Invar) dan Seknas KOKAM Nasional Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Didik Kusnanto dan Komandan KOKAM Kota Semarang Juliyansyah.
Ketua PWM Jateng Kyai Tafsir mengapresiasi kepada Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM Jawa Tengah yang melakukan deteksi dini terkait dinamika di media sosial, untuk bisa direspons ecara elegan, intelektual, bermartabat dan ilmiah. Warga Muhammadiyah diharapkan mampu mengcounternya secara intelektual dan berkeadaban, sebagai contoh mencounternya dengan menggelar seminar tentang fenomena musik dalam pandangan Islam.
” Pemuda Muhammadiyah bisa berkomentar di media sosial dengan santun dan Ilmiah, kalau kita masuk ke wilayah keamanan fisik nanti malah jadi bar – bar, sehingga harus tetap berkeadaban dan menyikapinya secara intelektual dan berkemajuan. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan menjadi bagian penting bagaimana pemuda dan KOKAM dalam menyikapi permasalahan secara elegan. Ini menjadi bagian karakter kita di Muhammadiyah terutama Angkatan Muda Muhammadiyah,” katanya.
Sementara itu Ketua PWPM Jawa Tengah Abdul Ghofar Ismail mengatakan, tujuan menemui ketua PWM Jateng merupakan bagian dari koordinasi dan update perkembangan serta arahan dan petunjuk agar langkah kami bisa konstruktif. Kami berharap pemuda Muhammadiyah di lapangan tetap menjaga soliditas dan tidak mudah terpengaruh.
” Mari ciptakan suasana aman dan tentram agar saling menguatkan, jangan bermedsos kaitannya negatif dan saling menyerang serampangan tanpa ilmu. Untuk itu mari perkaya keilmuan kita agar mantap dan bergembira dalam berdakwah tentunya lewat Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM,” katanya.
Hal senada juga disampaikan komandan KOKAM Jawa Tengah Manshur Nurdin, berkonsultasi kepada PWM Jawa Tengah terkait polemik yang terjadi di lapangan untuk mendapatkan arahan sebagai solusi dalam dakwah berkemajuan dan menggembirakan serta mencerahkan.
” Harapan kedepan, polemik seperti ini tidak terulang lagi, sehingga sama – sama mampu menghormati perbedaan pendapat karena kedewasaan kita menghargai pendapat merupakan wujud bagaimana cara kita menjaga hablumminannaas,” pungkasnya.
Tinggalkan komentar