
Siaran Pers
Badan Pusat Statistik (BPS)
2 Mei 2024
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis beberapa indikator strategis terkini terkait: (1) Perkembangan Indeks Harga Konsumen April 2024, (2) Perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar April 2024, (3) Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah April 2024, (4) Perkembangan Pariwisata Nasional Maret 2024, dan (5) Perkembangan Transportasi Nasional Maret 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam siaran persnya di BPS, Kamis (02/05/2024). Berikut disampaikan ringkasan hasil siaran pers tersebut:
I. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI, APRIL 2024

- Pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 4,65 persen dengan IHK sebesar 106,70 dan terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 1,78 persen dengan IHK sebesar 104,12. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,56 persen dengan IHK sebesar 108,41 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,78 persen dengan IHK sebesar 104,11.
- Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,04 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,99 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen; kelompok transportasi sebesar 1,33 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,58 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,72 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,31 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.
- Tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2024 sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2024 sebesar 1,19 persen.
- Tingkat inflasi y-on-y komponen inti April 2024 sebesar 1,82 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,29 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,86 persen.
II. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR, APRIL 2024

- Pada April 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,71 persen terhadap IHPB April 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 9,09 persen.
- Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada April 2024 antara lain: beras, biji coklat kering, rokok kretek dengan filter, kakao, dan jahe.
- Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) April 2024 sebesar 0,20 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) April 2024 sebesar 1,86 persen.
- Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) April 2024 sebesar 0,61 persen terhadap April 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, solar, batu fondasi bangunan, lantai, dan batu split.
III. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DAN HARGA PRODUSEN GABAH, APRIL 2024

A. Perkembangan NTP
- Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
- NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade ) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
- NTP nasional April 2024 sebesar 116,79 atau turun 2,18 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,74 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,45 persen.
- Pada April 2024, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan terbesar (6,31 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (6,81 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.
- Pada April 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,58 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
- Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2024 sebesar 120,25 atau turun 1,88 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
B. Perkembangan Harga Gabah dan Beras di Penggilingan
- Dari 2.668 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama April 2024, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 65,18 persen; gabah kering giling (GKG) 17,17 persen; dan gabah luar kualitas 17,65 persen.
- Selama April 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.686,00 per kg atau turun 15,58 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.833,00 per kg atau turun 15,20 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.958,00 per kg atau turun 14,32 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.067,00 per kg atau turun 14,13 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.167,00 per kg atau turun 18,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.295,00 per kg atau turun 18,43 persen.
- Dibandingkan April 2023, rata-rata harga gabah pada April 2024 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing naik sebesar 5,29 persen dan 13,96 persen; sedangkan gabah luar kualitas turun 2,31 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada April 2024 dibandingkan April 2023 untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing naik sebesar 5,59 persen dan 13,62 persen; sedangkan gabah luar kualitas turun sebesar 1,78 persen.
- Selama April 2024, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 865 perusahaan penggilingan di 33 provinsi, dimana diperoleh 1.027 observasi beras di penggilingan.
- Pada April 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.512,00 per kg, turun sebesar 7,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.759,00 per kg atau turun sebesar 8,63 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.377,00 atau turun sebesar 8,53 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp12.367,00 per kg atau turun sebesar 4,48 persen.
- Dibandingkan dengan April 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing naik sebesar 15,76 persen; 15,47 persen; 15,12 persen; dan 27,87 persen.
IV. PERKEMBANGAN PARIWISATA NASIONAL, MARET 2024

- Pada Maret 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,04 juta kunjungan. Jumlah ini turun sebesar 1,91 persen dibandingkan Februari 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 19,86 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Maret 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (15,38 persen), Australia (11,92 persen), dan Singapura (11,52 persen).
- Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Maret 2024 meningkat 25,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno HattaBanten, masing-masing meningkat sebesar 31,49 persen dan 33,03 persen.
- Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2024 mencapai 691,55 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 4,85 persen bila dibandingkan dengan Februari 2024 (m-to-m) dan naik 7,45 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan Maret 2024 (29,95 persen) diikuti negara Singapura (17,26 persen), Arab Saudi (16,99 persen), dan Thailand (4,96 persen).
- Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Maret 2024 mencapai 43,41 persen, mengalami penurunan sebesar 2,85 poin (y-on-y), dan turun sebesar 6,04 poin (m-to-m). Berbeda dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Maret 2024 mencapai 22,10 persen, naik 0,84 poin (y-on-y), dan mengalami penurunan 4,16 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami peningkatan sebesar 0,03 poin dibandingkan Maret 2023, yaitu mencapai 1,70 malam.
V. PERKEMBANGAN TRANSPORTASI NASIONAL, MARET 2024

- Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Maret 2024 sebanyak 4,5 juta orang atau turun 3,51 persen dibanding kondisi pada Februari 2024. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,97 persen menjadi 1,3 juta orang. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami peningkatan sebesar 11,24 persen menjadi 57,4 ribu ton. Selama Januari–Maret 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 14,1 juta orang atau turun 0,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023, sedangkan jumlah penumpang internasional naik 27,75 persen atau mencapai 4,2 juta orang. Sementara jumlah barang yang diangkut naik 10,01 persen menjadi 162,6 ribu ton.
- Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Maret 2024 tercatat 1,5 juta orang atau naik 1,26 persen dibanding Februari 2024. Jumlah barang yang diangkut naik 6,31 persen menjadi 29,9 juta ton. Selama Januari–Maret 2024, jumlah penumpang mencapai 4,7 juta orang atau naik 8,85 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut naik 0,15 persen atau mencapai 86,5 juta ton.
- Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Maret 2024 sebanyak 32,8 juta orang atau naik 2,71 persen dibanding Februari 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami peningkatan sebesar 7,87 persen menjadi 5,7 juta ton. Selama Januari–Maret 2024, jumlah penumpang mencapai 98,8 juta orang atau naik 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 3,25 persen menjadi 16,7 juta ton.
Seluruh materi Berita Resmi Statistik (BRS) dapat diunduh pada tautan berikut ini :
https://www.bps.go.id/pressrelease.html
Salam,
Humas BPS
Website: http://www.bps.go.id
Facebook: BADAN PUSAT STATISTIK
Twitter: @bps_statistics
Youtube: BPS Statistics
Instagram: @bps_statistics
Tinggalkan komentar