
Siaran Pers
Badan Pusat Statistik (BPS)
1 April 2024
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis indikator strategis terkini terkait:
Perkembangan Indeks Harga Konsumen Maret 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala BPS , Amalia Adininggar Widyasanti, Senin
(01/04/2024).
Berikut disampaikan ringkasan hasil siaran pers tersebut:
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN MARET 2024

1. Pada Maret 2024 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,05 persen dengan Indeks
Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,13. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi
Papua Barat sebesar 4,78 persen dengan IHK sebesar 106,61 dan terendah terjadi di
Provinsi Papua Barat Daya sebesar 1,42 persen dengan IHK sebesar 103,82. Sedangkan
inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 6,29
persen dengan IHK sebesar 107,82 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur
sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 103,81.
2.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian
besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau
sebesar 7,43 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,89 persen; kelompok
perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,55 persen; kelompok
perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,03 persen;
kelompok kesehatan sebesar 2,17 persen; kelompok transportasi sebesar 0,99 persen;
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,62 persen; kelompok pendidikan
sebesar 1,70 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,51
persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,56 persen. Sementara
kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.
3.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Maret 2024 sebesar 0,52 persen dan tingkat
inflasi year-to-date (y-to-d) Maret 2024 sebesar 0,93 persen.
4.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Maret 2024 sebesar 1,77 persen; inflasi m-to-m
sebesar 0,23 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 0,57 persen.
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR

1.Pada Maret 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional
tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,64 persen terhadap IHPB Maret 2023. Kenaikan IHPB
tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 8,56 persen.
2.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Maret
2024 antara lain: beras, rokok kretek filter, kakao, jahe, dan padi.
3.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Maret 2024 sebesar 0,68 persen dan perubahan
IHPB tahun kalender (y-to-d) Maret 2024 sebesar 1,66 persen.
4.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Maret 2024 sebesar
0,51 persen terhadap Maret 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas
pasir, batu fondasi bangunan, lantai, solar, dan batu split.
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH MARET 2024

A.PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI
1.Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It)
terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
2.NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli
petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk
pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
3.NTP nasional Maret 2024 sebesar 119,39 atau turun 1,31 persen dibanding NTP bulan
sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
turun sebesar 0,46 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik
sebesar 0,86 persen.
4.Pada Maret 2024, NTP Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan terbesar (4,85
persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau
mengalami kenaikan tertinggi (3,98 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi
lainnya.
5.Pada Maret 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia
sebesar 1,17 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian
besar kelompok pengeluaran.
6.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2024 sebesar
122,55 atau turun 0,62 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
B.PERKEMBANGAN HARGA GABAH DAN BERAS DI PENGGILINGAN

1.Dari 2.097 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Maret 2024, tercatat
transaksi gabah kering panen (GKP) 63,00 persen, gabah kering giling (GKG) 17,88
persen, dan gabah luar kualitas 19,12 persen.
2.Selama Maret 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp6.736,00 per kg atau
turun 7,24 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.878,00 per kg atau turun 7,19
persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata
rata harga GKG di tingkat petani Rp8.121,00 per kg atau turun 5,47 persen dan di
tingkat penggilingan Rp8.231,00 per kg atau turun 5,55 persen. Harga gabah luar
kualitas di tingkat petani Rp6.367,00 per kg atau turun 9,66 persen dan di tingkat
penggilingan Rp6.491,00 per kg atau turun 9,96 persen.
3.Dibandingkan Maret 2023, rata-rata harga gabah pada Maret 2024 di tingkat petani
untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 27,71
persen; 34,22 persen; dan 26,97 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga
gabah pada Maret 2024 dibandingkan Maret 2023 untuk kualitas GKP, GKG, dan
gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 27,31 persen; 33,22 persen; dan
26,37 persen.
4.Selama Maret 2024, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 824
perusahaan penggilingan di 33 provinsi, dimana diperoleh 985 observasi beras di
penggilingan.
5.Pada Maret 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar
Rp14.548,00 per kg, naik sebesar 0,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya,
sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.965,00 per kg atau
turun sebesar 1,39 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp13.531,00 atau
turun sebesar 1,05 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar
Rp12.946,00 per kg atau turun sebesar 4,86 persen.
6.Dibandingkan dengan Maret 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret
2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing naik
sebesar 24,54 persen; 25,56 persen; 27,82 persen; dan 32,25 persen.
PERKEMBANGAN PARIWISATA FEBRUARI 2024

1.Pada Februari 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai
1,04 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 11,67 persen dibandingkan Januari 2024
month-to-month (M-to-M) dan naik 38,24 persen dibandingkan bulan yang sama pada
tahun lalu year-on-year (Y-on-Y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Februari
2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (20,66 persen), Singapura (10,89
persen), dan Tiongkok (10,16 persen).
2.Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Februari 2024 meningkat 26,87
persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya
tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat
sebesar 34,31 persen dan 33,37 persen.
3.Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Februari 2024 mencapai 622,15 ribu
perjalanan. Jumlah tersebut turun sebesar 25,46 persen bila dibandingkan dengan Januari
2024 (M-to-M) dan naik 7,22 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun
sebelumnya (Y-on-Y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati
di bulan Februari 2024 sebesar 31,70 persen diikuti negara Singapura (16,62 persen), Arab
Saudi (16,05 persen), dan Thailand (6,16 persen).
4.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Februari 2024 mencapai 49,45
persen, naik 1,62 poin (Y-on-Y), dan mengalami kenaikan 2,73 poin (M-to-M). Sejalan
dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Februari 2024 mencapai 26,27
persen, naik 3,60 poin (Y-on-Y), dan mengalami kenaikan 1,70 poin (M-to-M). Sementara
itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami penurunan sebesar 0,01
poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,62 malam.
PERKEMBANGAN TRANSPORTASI NASIONAL FEBRUARI 2024

1.Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2024
sebanyak 4,7 juta orang atau turun 2,65 persen dibanding kondisi pada Januari 2024.
Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,66 persen menjadi 1,4 juta
orang. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut menggunakan
angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 3,92 persen menjadi 51,5 ribu
ton. Selama Januari–Februari 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 9,5 juta orang
dan jumlah penumpang internasional sebanyak 2,9 juta orang, masing-masing naik sebesar
2,06 persen dan 34,17 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2023. Hal
yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 10,98 persen menjadi 105,1 ribu ton.
2.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Februari 2024
tercatat 1,5 juta orang atau turun 9,68 persen dibanding Januari 2024. Jumlah barang yang
diangkut turun 1,55 persen menjadi 28,1 juta ton. Selama Januari–Februari 2024, jumlah
penumpang mencapai 3,2 juta orang atau naik 11,17 persen dibanding dengan periode
yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut turun 0,36 persen atau
mencapai 56,7 juta ton.
3.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Februari 2024 sebanyak 31,9 juta orang
atau turun 6,49 persen dibanding Januari 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah
barang yang diangkut dengan kereta mengalami penurunan sebesar 9,29 persen menjadi
5,3 juta ton. Selama Januari–Februari 2024, jumlah penumpang mencapai 66,0 juta orang atau naik 18,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk
jumlah barang yang diangkut kereta api naik 5,12 persen menjadi 11,1 juta ton.
Seluruh materi Berita Resmi Statistik (BRS) dapat diunduh pada tautan berikut ini :
https://www.bps.go.id/pressrelease.html
Salam,
Humas BPS
Website: http://www.bps.go.id
Facebook: BADAN PUSAT STATISTIK
Twitter:
@bps_statistics
Youtube: BPS Statistics
Instagram: @bps_statistics
Tinggalkan komentar